This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, February 3, 2013

Analisis Novel “The Compass” Karya Tammy Kling & John Spencer Ellis Terhadap Pemahaman Komunikasi (Studi Analisis Wacana) (KM-10)



Sejak lahir kita tidak dapat hidup sendiri dan mempertahankan hidup tanpa berkomunikasi dengan orang lain, untuk memenuhi kebutuhan biologis kita seperti makan dan minum, dan memenuhi kebutuhan psikologis kita seperti sukses dan kebahagiaan. Para psikolog berpendapat, kebutuhan utama kita sebagai manusia, dan untuk menjadi manusia yang sehat secara rohaniah, adalah kebutuhan akan hubungan sosial yang ramah, yang hanya bisa terpenuhi dengan membina hubungan yang baik dengan orang lain.
Merujuk pada pengertian Ruben dan Stewart (2005:16) mengenai komunikasi manusia yaitu: Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain. Maslow (Dalam Mulyana,2001:5-30)  menyebutkan bahwa manusia punya lima kebutuhan dasar: kebutuhan fisiologis, keamanan, kebutuhan sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan yang lebih dasar harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan yang lebih tinggi diupayakan.  Kita mungkin sudah mampu dalam kebutuhan fisiologis dan keamanan untuk bertahan hidup. Kini kita ingin memenuhi kebutuhan sosial,, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan ketiga dan keempat khususnya meliputi keinginan untuk memperoleh rasa lewat  rasa memiliki dan dimiliki, pergaulan, rasa diterima, memberi dan menerima persahabatan. 
 
Komunikasi akan sangat dibutuhkan untuk memperoleh dan memberi informasi yang dibutuhkan, untuk membujuk atau mempengaruhi orang lain, mempertimbangkan solusi alternatif atas masalah kemudian mengambil keputusan, dan tujuan-tujuan sosial serta hiburan. Ruben dan Stewart, (2005:1-8) menyatakan bahwa Komunikasi adalah fundamental dalam kehidupan kita. Dalam kehidupan kita sehari-hari komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Kita tidak bisa tidak berkomunikasi, tidak ada aktifitas yang dilakukan tanpa komunikasi, dikarenakan kita dapat membuat beberapa perbedaan yang esensial manakala kita berkomunikasi dengan orang lain. Demikian pula sebaliknya, orang lain akan berkomunikasi dengan kita, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Cara kita berhubungan satu dengan lainnya, bagimana suatu hubungan kita bentuk, bagaimana cara kita memberikan kontribusi sebagai anggota keluarga, kelompok, komunitas, organisasi dan masyarakat secara luas membutuhkan suatu komunikasi. Sehingga menjadikan komunikasi tersebut menjadi hal yang sangat fundamental dalam kehidupan kita.
Komunikasi merupakan sebuah kebutuhan yang terus berpacu dengan perkembangan zaman. Seiring perkembangan tersebut komunikasi sudah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Media merupakan sebuah alat yang sangat efektif dalam memberikan influenceterhadap kehidupan manusia, terkhusus pada zaman modernisasi yang sangat identik dengan era globalisasi. Perkembangan yang signifikan membawa arus besar terhadap kehadiran media di tengah-tengah masyarakat yang tetap setia menanti pembaharuan tersebut. Manusia bagaikan robot dengan karunianya yang senantiasa terhipnotis oleh keberadaan sebuah media. Apabila tidak dipilah maka media dapat menjadi sebuah boomerang termukhtakir yang pernah ada. Di samping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering diganti dengan kata mediator menurut Fleming (dalam Haryalesmana,2008:234) adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. Dengan istilah mediator, media menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar.
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Sadiman (dalam Haryalesmana,2002:6).
Salah satu media massa yang sudah sangat lama adalah novel.  Menurut  Monaco (How To Read A Film, terj: 1981) antara sejarah bentuk seni novel selama tiga ratus tahun dan perkembangan film selama delapan puluh tahun terdapat suatu kesejajaran yang menarik. Kedua-duanya adalah seni populer, yang tergantung dari jumlah penikmat yang cukup besar supaya dapat berfungsi secara ekonomis. Dengan demikian dapat diketahui bahwa sejarah seni popular yaitu novel sudah ada sejak lama dan bertahan sampai sekarang bahkan semakin  berkembang meskipun media massa yang lain terus bermunculan.
Heinich, Molenda, Russel (2005:8) menyatakan bahwa : Media adalah saluran komunikasi termasuk film, televisi, diagram, materi tercetak, komputer, dan instruktur. Materi tercetak seperti novel merupakan saluran komunikasi yang tidak memiliki visual tetapi menggambarkan sebuah cerita dengan pencitraan dan penafsiran yang apik. Pemahaman mengenai komunikasi dapat kita telusuri dengan mengarungi novel “The Compass” yang pada setiap Chapter-nya menggambarkan dengan tegas sistem komunikasi tersebut.  Meskipun bukan melalui media visual tetapi novel “The Compass” : Perjalanan menemukan diri kita sesungguhnya karya  Tammy Kling, John Spencer Ellis  berhasil mempengaruhi banyak orang.
Dalam novel tersebut diceritakan Jonathan meninggalkan kehidupannya yang mapan di daerah pinggiran kota menyusul tragedi yang mengubah rencana-rencananya bagi masa depan. Dalam keadaan hancur karena kepedihan, dukacita, penyesalan, dan keputusasaan, ia memutuskan untuk mengembara, mencoba menyelaraskan kompas batinnya. Di setiap persinggahannya Jonathan bertemu seseorang yang memberinya pelajaran berharga tentang hidup, yang mengajaknya merenungkan kembali esensi dirinya dan prioritas-prioritasnya, yang membuatnya menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini, bahkan setiap orang yang melintas di jalur hidupnya pun hadir dengan suatu maksud. Sebagai manusia, kita semua terhubungkan oleh cinta, penderitaan, dan kadang bahkan oleh tragedi atau peristiwa yang tidak dapat kita kontrol. Setiap orang meniti perjalanan yang unik, namun tetap terhubungkan oleh berbagai pengalaman dan emosi. Di dalam keterhubungan itulah terdapat kehidupan.
“The Compass”  adalah metafora perjalanan hidup kita. Melalui kisah Jonathan, buku ini mengajak kita merenungkan kembali hidup kita, keyakinan kita, pilihan dan prioritas dalam hidup kita, serta makna dan tujuan hidup kita.  mengubah hidup kita dan memandu perjalanan kita untuk menemukan diri kita yang sesungguhnya. membagikan kearifan tentang autentisitas dan pemberdayaan diri, serta tentang meyakini impian-impian kita. Membantu kita dalam menjalani dan memenuhi tujuan hidup kita. Membawa kita dari posisi saat ini ke posisi yang kita inginkan. Kompas adalah sebuah transformasi kehidupan baru yang akan memandu kita pada perjalanan penemuan diri. Pada inti dari Kompasini adalah pelajaran khusus tentang sistem kepercayaan dan pemahaman yang benar-benardalam rangka untuk menjalani takdir.
Hanya dengan membawa ransel, Jonathan meninggalkan kariernya, teman, keluarga, dan rumah. Perjalanan dimulai pada sebuah gurun di Nevada, dan melanjutkan ke pegunungan murni Adirondacks, dan kemudian ke sebuah desa abad pertengahan di Rumania, lalu melanjutkanya ke Belanda.
Di setiap perjalanan, Jonathan bertemu denganorang paling penting yang menawarkanpelajaran hidup yang besar, dan dia mulai menyadari bahwa setiap individu ditempatkandi jalur nya karena suatu alasan. Keterhubungan manusia yang satu dengan yang lainnya tidak terlepas dari proses komunikasi yang sangat erat dalam penggambaran cerita dari novel ini. Dimana komunikasi yang tercipta pada setiap moment sangat kuat.
Ketika Jonathan terdampar di gurun Nevada dengan ketidak berdayaanya kemudian muncul seorang wanita paruh baya dengan kondisi yang berbanding terbalik dengan Jonathan, dimana Jonathan terlihat sangat lemas dan tidak memiliki tenaga bahkan untuk bangkit dari pijakannya. Wanita ini mendekati Jonathan dan memberikan sebotol air yang kembali menyambung sisa nyawa Jonathan. Wanita tersebut mengajak Jonathan untuk berkomunikasi wanita itu begitu tenang dan terlihat sangat tegar. Sikap wanita tersebut membawa semangat kehidupan bagi Jonathan yang tadinya sudah berfikir akan mati di tengah gurun yang gersang dan tandus.
Terkadang cara kita menyikapi suatau masalah dengan sudut pandang yang lain dan cara kita berkomunikasi dengan seseorang akan memberikan pengaruh besar kepada yang lain. Terkhusus apabila sang komuikator memiliki persamaan secara psikologis dengan komunikan. Dalam kasus ini Jonathan dan wanita sama-sama berada dalam situasi yang mencekam terdampar di sebuah gurun luas nan gersang.
Percakapan antarpersonal juga terjadi ketika Jonathan bertemu dengan seorang pria tua yang walaupun baru berkenalan terdapat kedekatan yang lebih karena mereka berdua sama-sama seorang pria yang sedang tidak memiliki pasangan pada saat itu. Tetapi pria tua itu adalah sosok pria yang baik, rendah diri dan memiliki beberapa investasi kekayaan dalam bentuk penginapan yang besar dan luas dengan jumlah yang tidak sedikit. Dari pria tua ini Jonathan mendapat kenyataan bahwa hidup sendiri bukan berarti harus merenungi diri tetapi masih ada banyak cara untuk menyikapi hal itu dengan cara yang positif. Banyak yang bisa dilakukan agar ruang kosong tersebut dapat terisi dengan maksimal.
Pada tataran ini, novel tidak lahir dari ruang hampa, melainkan ia hadir sebagai refleksi dari latar belakang kehidupan sosio-kultural masyarakat. Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh dan mendalam novel “The Compass” sebagai penelitian dengan judul :
ANALISIS NOVEL “THE COMPASS” KARYA TAMMY KLING & JOHN SPENCER ELLIS TERHADAP PEMAHAMAN KOMUNIKASI (Studi Analisis Wacana)

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Contoh Skripsi Komunikasi

Contoh skripsi ilmu komunikasi. Bagi kawan2 mahasiswa yang lagi pada sibuk bikin skripsi, bingung cara membuatnya terutama pada Ilmu Komunikasi dan bingung mencari contoh skripsi ilmu komunikasi, bisa menggunakan contoh skripsi ilmu komunikasi dibawah ini untuk dijadikan referensi. Semoga Skripsinya Cepat Selesai dan bisa menyandang Sarjana

Berikut kumpulan contoh skripsi ilmu komunikasi. dalam bentuk MS WORD, bukan PDF. Klik judulnya untuk melihat isinya.




Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Net Trade Flow Non Migas Sulawesi Selatan Periode 1995-2009 (Studi Kasus: Arus Barang Di Pelabuhan Soekarno - Hatta Makassar) (KE-39)



Arus globalisasi ekonomi yang menimbulkan interdependensi dan integrasi dalam bidang finansial, produksi dan perdagangan telah membawa dampak pengelolaan ekonomi Indonesia. Dampak ini terasa lagi setelah arus globalisasi ekonomi semakin dikembangkan dengan prinsip liberisasi perdagangan (trade liberalization) yang telah diupayakan secara bersama-sama oleh negara-negara didunia dalam bentuk kerjasama ekonomi regional.
Dalam kerangka hubungan ekonomi dan hubungan perdagangan internasional tersebut maka Indonesia harus dapat menyesuaikan perkembangan ekonomi dunia dan kemantapan sistem perdagangan internasional yang semakin berkembang.
Perdagangan luar negeri merupakan salah satu aspek penting dalam perekonomian setiap negara. Pada kenyataannya, semua negara melakukan ekspor dan impor dengan negara-negara lain. Perdagangan menciptakan keuntungan dengan memberikan peluang kepada setiap negara untuk mengekspor barang-barang yang produksinya menggunakan sebagian besar sumberdaya yang berlimpah yang terdapat dinegara yang bersangkutan serta mengimpor barang-barang yang produksinya menggunakan sumberdaya yang langkah dinegara tersebut. Perdagangan internasional juga memungkinkan setiap negara melakukan spesialisasi produksi terbatas pada barang-barang tertentu sehingga memungkinkan mereka mencapai efisiensi yang lebih tinggi dengan skala produksi yang besar (Krugman,1997:4).
Seperti anggapan para ekonom klasik dan neo klasik bahwa perdagangan tidak hanya dianggap sebagai suatu alat guna mencapai efisiensi produktif, tetapi juga dianggap sebagai mesin pertumbuhan. Keterkaitan antara perdagangan luar negeri dengan pembangunan ekonomi tersebut mendapat perhatian yang besar oleh para ahli ekonomi klasik seperti Ricardo, Smith dan Mill (Jhinggan,1996:417).

Salah satu sektor perdagangan luar negeri yang diharapkan dapat memainkan peranannya dalam proses pembangunan ekonomi adalah ekspor, sebagaimana dikemukakan Panetto (1988:1) bahwa ekspor disamping mendorong peningkatan pendapatan nasional juga menjamin pembayaran jasa-jasa faktor luar negeri dan memeperkuat serta menambah cadangan devisa. Bila cadangan devisa kuat maka stabilitas moneter dapat diwujudkan.
Indonesia sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka sangat tergantung pada penerimaan dari perdagangan luar negeri. Seperti yang dijelaskan diawal bahwa arus globalisasi akan membuat perkembangan pasar dunia menjadi begitu cepat, dan menuntut kita untuk terus memperbaiki kinerja perekonomian melalui upaya peningkatan ekspor khususnya ekspor non migas.
Proses transformasi dari ekonomi yang semula bertumpu pada ekspor minyak dan gas menjadi ekspor non migas merupakan hal yang sangat positif. Hal tersebut disebabkan adanya ketergantungan yang besar terhadap penerimaan dari ekspor migas yang menimbulkan dua kerawanan. Pertama, ketidakstabilan harga minyak mengakibatkan kesulitan penyesuaian makro ekonomi jangka pendek. Kedua, penyerapan domestik atas keuntungan dan perolehan minyak dapat menimbulkan masalah struktural jangka menengah.
Upaya peningkatan ekspor non migas baik produk manufaktur maupun produk primer dijadikan program nasional. Keterbukaan ekonomi serta pelaksanaan pembangunan yang lebih mengandalkan ekspor dalam perdagangan internasional pada posisi yang sangat penting, maka ekspor non migas harus memilki kekuatan yang tangguh yang didukung dengan sektor yang lain yang mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif
Pertumbuhan ekonomi yang terdiri dari struktur ekonomi dalam suatu daerah/negara sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya struktur ekonomi yang diekspor negara tersebut. Pada umumnya, besar ekspor suatu negara tidak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dinegara pengekspor, tetapi lebih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi mitra dagangnya, seperti dalam hal pendapatan perkapita.
Hal itu terlihat seperti grafik dibawah ini yang menunjukkan hubungan antara PDRB Sulawesi Selatan dengan Net Trade FlowSulawesi Selatan periode 2006-2009 dibawah ini. Dari data yang ada memperlihatkan bahwa kontribusi Net Trade Flow berfluktuasi dan tidak signifikan terhadap PDRB Sulawesi Selatan. Net Trade Flow Sulawesi Selatan pada tahun 2006 berjumlah Rp 13.911.582.034.900 mengalami peningkatan pada tahun 2007 menjadi sebesar Rp 23.038.840.487.198, akan tetapi kemudian mengalami penurunan pada tahun 2008 sampai 2009 berturut –turut menjadi sebesar Rp.13.534.856.879.550 dan Rp.6.196.980.935.400 hal ini disebabkan karena pengaruh dari krisis keuangan global.
Seperti yang dikemukakan (Sukirno,1995:98) bahwa besarnya ekspor impor sangat ditentukan oleh proporsi dari nilai GDP (Gross Domestik Produk) untuk nasional dan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) untuk daerah. Misalnya, kenaikan  pendapatan perkapita di Jepang akan meningkatkan ekspor Indonesia ke Jepang dan meningkatkan kedatangan wisatawan Jepang ke Indonesia. Sebaliknya, adanya resesi di Jepang akan menurunkan ekspor Indonesia ke Jepang dan juga mengurangi datangnya wisatawan Jepang. Lain halnya dengan ekspor, impor lebih bergantung pada tingkat pertumbuhan PDB disuatu negara. Misalnya, jika PDB Indonesia mengalami peningkatan maka impor akan cenderung menurun, tetapi jika PDB mengalami penurunan maka impor ini disebut “fungsi impor” atau import function.
Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian Tinbergen, 1962 melalui pendekatan gravity model bahwa perdagangan internasional dipengaruhi oleh pendapatan nasional masing-masing negara mitra dagang. GDP dari negara eksportir mengukur kapasitas produksi negara tersebut, sementara negara GDP negara importir untuk mengukur kapasitas absorsi. Kedua variabel tersebut diperkirakan memiliki hubungan positif dengan perdagangan (Kalbasi,2001).
Selain GDP, kegiatan ekspor impor juga dipengaruhi oleh nilai tukar .Misalnya, apresiasi nilai tukar rupiah akan menghambat ekspor, sebaliknya depresiasi akan mendorong ekspor.
Kemantapan sistem perdagangan internasional tidak lepas dari fungsi pelabuhan. Pelabuhan dalam hal ini merupakan sarana yang riil dalam memperlancar arus perdagangan internasional apakah itu kegiatan ekspor maupun impor. Pelabuhan merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan mobilitas ekonomi sosial antar daerah dan antar negara. Kegiatan bongkar (unloaded)dan muat (loaded) baik barang dan kendaraan yang dilakukan dipelabuhan tentunya memberikan kontribusi positif bagi PDRB suatu daerah atau negara.
Sebagai kota maritim, Makassar didukung infrastruktur Pelabuhan Soekarno – Hatta yang terbesar di Kawasan Timur Indonesia ( KTI ).Pelabuhan Soekarno Hatta merupakan salah satu pelabuhan di Indonesia yang memiliki peran yang sangat penting dalam kegiatan arus barang baik itu impor maupun ekspor di wilayah pantai timur Indonesia yang aktif dalam perdagangan internasioanal. Pelabuhan Soekarno - Hatta juga merupakan pelabuhan internasional yang merupakan pelabuhan utama sekunder yang berfungsi melayani kegiatan dan alih muat angkutan nasional dan internasional dalam jumlah besar dan jangkauan pelayanan yang luas serta merupakan simpul dalam jaringan laut transportasi internasional.
Mengingat salah satu fungsi Pelabuhan Soekarno Hatta layaknya fungsi sebuah pelabuhan pada umumnya adalah sebagai tempat oleh kapal dagang dalam pelayaran yang singgah untuk memuat atau membongkar muatannya. Oleh karena itulah maka arus bongkar muat barang (arus kontainer) yang masuk kedalam Pelabuhan Soekarno-Hatta dijadikan sebagai salah satu variabel dalam penulisan ini.
 Harmonisasi dan kelancaran bongkar muat merupakan substansi bagi perkembangan pelabuhan di Indonesia termasuk pelabuhan Soekarno Hatta. Pengaturan kelancaran arus barang di Pelabuhan Soekarno Hatta merupakan bagian dari kemantapan sistem perdagangan internasioanal melalui Pelabuhan Soekrno - Hatta, dimana kelancaran arus barang ini berimplikasi terhadap peningkatan nilai ekspor dan impor Indonesia di Pelabuhan Soekarno - Hatta. Dimana kegiatan bongkar barang mempengaruhi kegiatan impor dan sebaliknya kegiatan muat barang mempengaruhi kegiatan ekspor. Semakin banyak bongkar barang yang dilakukan artinya semakin tinggi jumlah impor barang tersebut. Sebaliknya, semakin banyak muat barang yang dilakukan artinya semakin tinggi jumlah ekspor barang tersebut. Hal ini dapat dilihat dari tabel mengenai hubungan antara total ekspor impor dengan kegiatan arus bongkar muat barang.

Secara umum, kegiatan ekspor dan impor non migas Sulawesi Selatan dari berbagai negara masih didominasi oleh lima kelompok komoditi andalan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan kelompok komoditi nikel, coklat, garam, belerang dan dapur, olahan makanan hewan dan kayu serta barang dari kayu memberikan kontribusi paling besar terhadap total ekspor non migas Sulawesi Selatan periode 2005-2009.
Berdasarkan uraian- uraian diatas, maka untuk melihat hubungan dari hal-hal tersebut, penelitian ini mencoba untuk menelaah mengenai :
Analisis Net Trade Flow Non Migas Sulawesi Selatan Peroide 1995-2009
(Studi Kasus : Arus Barang Pelabuhan Soekarno - Hatta Makassar)

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Kinerja Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Soppeng Terhadap Efisiensi Pendapatan asli daerah (KE-38)

Lahirnya Undang-Undang (UU) No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Pemda) dan UU  No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, menjadi titik awal dimulainya otonomi daerah. Otonomi daerah (otoda) adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan. Sedangkan perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah merupakan pemerataan antardaerah secara proporsional, demokratis, adil, dan transparan dengan memperhatikan potensi, kondisi, dan kebutuhan daerah sejalan dengan kewajiban dan pembagian kewenangan tersebut, termasuk pengelolaan dan pengawasan keuangannya.
Adanya Undang-Undang tersebut telah memberi kewenangan yang lebih luas kepada Pemda tingkat kabupaten untuk menyelenggarakan semua urusan pemerintah mulai dari perencanaan, pengendalian dan evaluasi, sehingga mendorong Pemda untuk lebih memberdayakan semua potensi yang dimiliki dalam rangka membangun dan mengembangkan daerahnya. Sebenarnya pertimbangan mendasar terselenggaranya otoda adalah perkembangan dari dalam negeri yang mengindikasikan bahwa rakyat menghendaki keterbukaan dan kemandirian (desentralisasi). Selain itu, keadaan  luar negeri yang banyak menunjukkan bahwa semakin maraknya globalisasi yang menuntut daya saing tiap negara, termasuk setiap Pemdanya. Hal tersebut akan tercapai dengan peningkatan kemandirian Pemda melalui program otoda. Tujuan program otoda adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi dan perkembangan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan, potensi maupun karakteristik di daerah masing-masing.

Salah satu aspek dari Pemda yang harus diatur secara hati-hati adalah pengelolaan keuangan daerah dan anggaran daerah. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah suatu rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan berdasarkan peraturan daerah. (Nordiawan, dkk, 2007: 39)
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan instrumen kebijakan yang utama bagi Pemda. Sebagai instrumen kebijakan, APBD mendukung posisi sentral dalam upaya pengembangan kapabilitas dan efektivitas Pemda. APBD dapat digunakan sebagai alat untuk menentukan besarnya pendapatan dan pengeluaran, membantu pengambilan keputusan dan pencapaian pembangunan, otoritas pengeluaran di masa-masa yang akan datang, sumber pengernbangan ukuran-ukuran standar untuk evaluasi kinerja, alat untuk memotivasi para pegawai dan alat koordinasi bagi semua aktivitas dari berbagai unit kerja.
Secara spesifik, tujuan pelaporan keuangan oleh Pemda adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan akuntabilitas (pertanggungjawaban) Pemda atas sumber yang dipercayakan. Pemda sebagai pihak yang diserahi tugas untuk menjalankan roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat wajib menyampaikan laporan pertanggungiawaban keuangan daerahnya untuk dinilai apakah ia berhasil menjalankan tugasya dengan baik atau tidak. Salah satu alat untuk menganalisis kinerja Pemda dalam mengelola keuangan daerahnya adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap APBD yang telah dilaksanakan.
Hasil analisis rasio keuangan digunakan sebagai tolak ukur dalam :
1.      Menilai kemandirian keuangan daerah dalam membiayai penyelenggaraan otoda.
2.      Mengukur efektivitas dan efisiensi dalam merealisasikan pendapatan daerah.
3.      Mengukur sejauh mana aktivitas Pemda dalam membelanjakan pendapatan daerahnya
4.      Mengukur kontribusi masing-masing sumber pendapatan dalam pembentukan pendapatan daerah.
5.      Melihat pertumbuhan dan perkembangan perolehan pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan selama periode waktu tertentu.
Penggunaan analisis rasio pada sektor publik, khususnya terhadap APBD dan realisasinya belum banyak dilakukan sehingga secara teori belum ada kesepakatan secara bulat mengenai nama dan kaidah peraturannya. Namun, analisis rasio terhadap realisasi APBD harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Di samping meningkatkan kuantitas pengelolaan keuangan daerah, analisis rasio terhadap realisasi APBD juga dapat digunakan sebagai alat untuk menilai efektivitas otoda sebab kebijakan ini yang memberikan keleluasaan bagi Pemda untuk mengelola keuangan daerahnya seharusnya bisa meningkatkan kinerja keuangan daerah yang bersangkutan. Maraknya pembahasan mengenai keuangan daerah, terutama hubungannya dengan otoda yang sementara berlangsung menjadikan hal ini menarik untuk dibahas. Peneliti memilih salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Soppeng. Kabupaten ini menjadi menarik sebagai salah satu obyek penelitian karena adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulsel mengenai penggunaan APBD Soppeng 2010 yang bermasalah sebesar Rp4,3 miliar. Dana tersebut direalisasikan untuk beberapa kegiatan, seperti belanja hibah, bantuan sosial, dan transfer/bagi hasil ke desa yang belum dipertanggungjawabkan penggunaannya(BPK RI Sulsel, September 2011). Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dan membuktikan kemampuan  Pemda Soppeng dalam mengelola keuangan daerahnya dan  melihat dari efisiensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengangkat judul, “Analisis Kinerja  Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap Efisiensi Pendapatan Asli Daerah".

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Saturday, February 2, 2013

Contoh Skripsi Manajemen

Contoh Skripsi Manajemen Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman

Contoh Skripsi Manajemen – disediakan untuk membantu referensi bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, yang terdiri dari berbagai jurusan, antara lain, manajemen pendidikan, manajemen keuangan, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia, manajemen akuntansi, manajemen pemasaran dll.

Semoga dengan adanya skripsi ini teman teman semua akan lebih gampang dalam menyusun skripsinya, guna untuk mendapatkan gelas Sarjana. Sebenarnya dalam membuat skripsi dimulai dari pengajuan judul nah pada saat pengajuan judul sebaiknya apa yang harus menjadi pondasi fikir kita, ilmu yang kita kuasai itulah yang di jadikan topok atau tema dalam pembahasan skripsi, (Apa yang anda suka, anda kuasai itulah yang diangkat agar tidak bingung kedepannya dalam menyusun Skripsi Ekonomi Manajemen)

Contoh Skripsi Contoh Skripsi Manajemen Lengkap ini dalam format MS Word dan bukan PDF. Hal ini untuk memudahkan agar bisa digunakan sebaik mungkin. Dan Jadikan contoh skripsi yang saya share ini sebagai REFERENSI anda dalam membuat skripsi.

Berikut kumpulan contoh skripsi manajemen. Klik judulnya untuk melihat isinya.




Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Kualitas Layanan Service Terhadap Kepuasan Pengguna Motor Suzuki pada PT Sinar Galesong Pratama Makassar (PM-40)



Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, hal utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah masalah kualitas layanan kepada pelanggan agar dapat tetap bertahan, bersaing dan menguasai pangsa pasar. Pimpinan harus tahu hal-hal apa saja yang dianggap  penting oleh pelanggan dan pimpinan berusaha menghasilkan kinerja (performance) sebaik mungkin sehingga dapat memuaskan pelanggan.
Dalam kaitannya dengan pelayanan kepada pelanggan, semua pihak yang bergerak dalam pemberian pelayanan  harus menyadari bahwa keberadaan konsumen yang setia (loyal) merupakan pendukung untuk kesuksesan perusahaan. Dengan demikian, mereka harus menempatkan konsumen sebagai aset yang sangat berharga, karena dalam kenyataannya tidak ada satupun organisasi, terutama perusahaan yang akan mampu bertahan hidup bila ditinggalkan oleh pelanggannya.
Layanan yang baik merupakan daya tarik yang besar bagi pelanggan, sehingga bisnis seringkali menggunakannya sebagai alat promosi untuk menarik minat pelanggan. Kualitas dan kepuasan pelanggan berkaitan sangat erat. Kualitas memberikan dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan yang kuat dengan perusahaan. Dalam jangka panjang ikatan seperti ini memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan seksama harapan pelanggan serta kebutuhan mereka. Kualitas pelayanan berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan pelanggan. Dalam kondisi persaingan yang begitu ketat, yang harus diprioritaskan oleh perusahaan adalah kepuasan pelanggan agar dapat bertahan untuk bersaing dan menguasai pangsa pasar yang ada. Kepuasan pelanggan ditentukan oleh kualitas jasa yang diinginkan para pelanggan, sehingga jaminan kualitas menjadi prioritas utama bagi setiap perusahaan pada saat ini, khususnya sebagai tolak ukur adalah keunggulan daya saing terhadap perusahaan yang ada.

PT Sinar Galesong Pratama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan motor Suzuki dan jasa service, di mana dalam kegiatan sehari-harinya adalah melayani konsumen. Dengan ketatnya persaingan dengan perusahaan jasa service lainnya maka upaya yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan memperhatikan kualitas pelayanan, yang terdiri dari: tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (tanggapan), assurance (jaminan) dan emphaty (empati). Untuk itu penulis tertarik untuk membahas upaya PT Sinar Galesong Pratama upaya pemeliharaan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Berdasarkan uraian tersebut judul yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Analisis Kualitas Layanan Service Terhadap Kepuasan Pengguna Motor Suzuki pada PT Sinar Galesong Pratama Makassar.
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Kualitas Fisik Susu Sapi Segar Di Gunung Perak Kabupaten Sinjai (PT-4)



Sapi perah merupakan salah satu jenis ternak yang populasinya tersebar luas di seluruh Indonesia, terutama pada daerah yang produksi pertaniannya dapat mendukung pengembangan sapi perah. DiGunung Perak Kabupaten Sinjai Selawesi Selatan merupakan daerah fokus pengembangan sapi perah di Indonesia bagian Timur dengan produksi susu rata-rata pertahun mencapai 54750 liter/tahun (Malaka, 2010). Produksi  susu yang dihasilkan dari ternak sapi perah  di Gunung Perak memang belum mampu mensuplai kebutuhan susu masyarakat di Sulawesi Selatan.Hal ini disebabkan permintaan yang terus bertambah dari berbagai konsumen. Diantaranya adalah pengolahan susu segar menjadi susu kemasan yaitu produk susin. Kebutuhan akan susu segar yang semakin lama semakin meningkat haruslah diimbangi dengan peningkatan kualitas susu untuk menjaga kepercayaan dan kredibilitas peternakan sapi perah di Gunung Perak.
Susu dipandang dari segi peternakan adalah suatu sekresi kelenjar-kelenjar susu dari sapi yang sedang laktasi atau ternak yang sedang laktasi dan dilakukan pemerahan yang sempurna, tidak termasuk kolostrum serta tidak ditambah atau dikurangi suatu komponen.Susu merupakan bahan makanan yang baik bagi manusia karena susu banyak mengandung vitamin dan mineral yang baik bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia. Tetapi di lain pihak, susu juga merupakan media yang baik dan sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri. Higiene dan sanitasi susu harus diperhatikan agar dapat diperoleh susu segar yang berkualitas baik.
Kualitas susu yang tidak stabil dan sering tidak menentu menyebabkan penjualan susu segar dari peternakan sapi perah dan koperasi sintari menurun. Susu pasteurisasi sering terkendala pada kualitas susu segar  sehingga kepercayaan konsumen sering berubah-ubah pula.

 Salah satu penilaian yang penting terhadap kualitas susu segar adalah kualitas fisik. Oleh karena itu perlu dilaksanakan penelitian tentang uji kualitas fisik susu sapi segar di Gunung Perak Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan.Susu segar merupakan susu murni yang tidak mengalami pemanasan dan tidak mengalami penambahan  bahan pengawet. Dikawasan Gunung Perak susu segar sering tidak mengalami pengujian kualitas fisik sebelum pengolahan. Oleh sebab itu perlu dilakukan uji kualitas susu segar  di Gunung Perak Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan, sehingga dapat diketahui apakah kualitas susu segarnya memenuhi syarat sebagai susu yang layak untuk dilakukan pengolahan.
       Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas susu segar sapi di Gunung Perak KabupatenSinjai dengan standar kualitas fisik susu segar yang menjadi acuan nasional atau SNI. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat peternak sapi perah di Sinjai dalam melakukan penanganan, sebagai upaya menjaga dan meningkatkan kualitas fisik susu segar yang hasilnya dapat dijadikan produk susu olahan yang berkualitas dan bisa diterima konsumen.
 Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini