This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Pendidikan Biologi. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Biologi. Show all posts

Sunday, January 20, 2013

Pengaruh Penggunaan Metode Sinergetic Teaching Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi Di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Merangin (PBIO-7)

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
    Sekolah merupakan wadah dalam melaksanakan pendidikan dan sekaligus bertanggung jawab untuk merealisasikan tujuan pendidikan nasional, Maka sekolah sebagai lembaga pendidikan formal bertanggung jawab dalam menanamkan dan memberi bekal ilmu pengetahuan, sikap kecakapan dan budi pekerti serta keterampilan yang berguna bagi siswa sebagai individu maupun lingkungan dimana individu itu berada baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Proses pembelajaran merupakan proses yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Pembelajaran berasal dari kata belajar yang mempunyai arti ”suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan nya”.
      
Seorang pendidik mempunyai peranan penting yaitu sebagai tokoh utama dalam keseluruhan proses pendidikan pada umumnya dan dalam proses pembelajaran pada khususnya. Seorang pendidik dalam menciptakan suasana pembelajaran yang baik harus berpedoman kepada kurikulum yang telah ditetapkan. Diantara 5 komponen kurikulum yang telah ditetapkan tersebut yakni sebagai berikut :
1.                  Tujuan.
2.                  Bahan Ajar / Materi Pembelajaran.
3.                  Metode Pembelajaran
4.                  Media Mengajar
5.                  Evaluasi Pembelajaran”.

Berdasarkan 5 komponen ini,maka penulis akan memfokuskan Pembahasan tentang komponen kurikulum yang ketiga, yaitu Metode Pembelajaran.


Metode pembelajaran merupakan bagian dari strategi instruksional yang memegang peran sangat penting pada sistim pembelajaran.Wina Sanjaya menyatakan ”Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam suatu kegiatan, agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal”.

Metode memegang peranan yang sangat penting dalam rangkaian sistim pembelajaran, keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran. Nana sudjana berpendapat ”Metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlansungnya pelajaran”.

Metode pembelajaran merupakan teknik penyajian bahan pelajaran kepada siswa dalam kelas, baik secara individu maupun kelompok/klasikal. Metode yang dipilih harus pula memperhatikan tujuan yang ingin dicapai serta sumber-sumber belajar yang ada. Penggunaan metode yang bervariasi tidak lain agar anak didik tidak merasa bosan selama pelajaran berlansung, serta dapat meningkatkan motivasi belajar siswa itu sendiri.
            
Guru memiliki peranan penting dalam Proses pembelajaran. Seorang guru harus mampu menciptakan pembelajaran aktif, dengan menggunakan Metode Pembelajaran aktif. Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif. Siswa belajar dengan aktif artinya siswa yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Dalam  belajar aktif, siswa diajak untuk ikut serta dalam semua proses pembelajaran tidak hanya mental tapi juga fisik. Dengan cara ini siswa akan merasakan suasana menyenangkan  sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Salah satu contoh pembelajaran aktif adalah Metode Sinergetic Teaching. Dengan menggunakan metode ini diharapkan dapat mempermudah siswa untuk memahami pelajaran, meningkatkan ransangan belajar, serta menimbulkan motivasi belajar siswa dan meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar.

Penelitian awal yang peneliti lakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Merangin membuktikan bahwa, ada beberapa mata pelajaran yang sewaktu proses pembelajaran belum menggunakan metode pembelajaran aktif. Siswa hanya diajak untuk mendengarkan guru dalam menyampaikan materi sampai waktu habis. Hal ini menyebabkan siswa kurang fokus mengikuti proses pembelajaran.

Proses pembelajaran seperti ini juga terjadi pada mata pelajaran Biologi di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Merangin. Siswa tidak begitu antusias mengikuti pembelajaran disebabkan guru tidak menggunakan metode yang bervariasi. Siswa tidak terlihat aktif dalam proses pembelajaran,mereka hanya menerima saja yang disampaikan guru dan hanya sedikit sekali siswa yang mau bertanya ataupun ingin menjawab pertanyaan.

Berdasarkan  informasi yang ditemukan dilapangan tersebut, maka tidak selayaknya dibiarkan begitu saja. Akan tetapi, perlu kiranya dilakukan sebuah upaya untuk menindak Lanjuti ketimpangan yang ada. Salah satu alternatifnya adalah dengan menerapkan metode Sinergetic Teaching pada proses pembelajaran khususnya pada pelajaran biologi.

Metode Sinergetic Teaching merupakan sebuah metode pembelajaran yang menggabungkan dua jenis cara atau teknik belajar yang berbeda dengan membandingkan hasil dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan tersebut. Dalam hal ini peneliti akan menggabungkan dua strategi atau metode yang berbeda pada pelaksanaan proses pembelajaran. Strategi atau metode yang akan peneliti gunakan yaitu metode kelompok belajar (study group) dan metode Latihan (drill). Dengan menggunakan metode Sinergetic Teaching diharapkan siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajar sehingga siswa akan mendapatkan hasil yang lebih baik.Oleh karena itu penulis tertarik untuk menggabungkan kedua metode tersebut kedalam Metode Sinergetic Teaching.
      
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dikemukakan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Merangin dengan judul: “PENGARUH PENGGUNAAN METODE SINERGETIC TEACHINGTERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 9 MERANGIN.
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Wednesday, October 31, 2012

Pengaruh Media Animasi Terhadap Penguasaan Konsep Sistem Sirkulasi Pada Siswa Kelas Xi Ipa Sma N 1 Indralaya (PBIO-6)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kemajuan teknologi modern tentang komputer merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pembaharuan dalam dunia pendidikan. Pada bidang pendidikan, pemerintah dan masyarakat umum telah memberikan perhatian yang mendalam tentang kemajuan teknologi modern ini. Teknologi dapat membantu mencapai sasaran dan tujuan pendidikan sehingga proses belajar mengajar akan lebih berkesan dan bermakna (Asra, 2009). Teknologi informasi turut berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban manusia. Perkembangan teknologi informasi meliputi perkembangan infrastruktur teknologi informasi, seperti hardware, software, teknologi penyimpanan data (storage), dan teknologi komunikasi (Laudon, 2006 dalamNoviari, 2009). 

 
Media pengajaran yang sedang berkembang untuk saat ini yaitu multimedia. Penggunaan multimedia merupakan kombinasi dari grafik, teks, suara, video, dan animasi. Objek yang tidak dapat dilihat langsung, dapat digantikan dengan penggunaan multimedia yang berupa penayangan teks, grafik, suara, video, dan animasi. Multimedia mengandung unsur komputer. Multimedia memberikan kesempatan untuk belajar tidak hanya dari satu sumber belajar seperti guru, tetapi memberikan kesempatan kepada subjek untuk mengembangkan kognitif dengan lebih baik, kreatif dan inovatif. Hal ini salah satunya karena informasi disajikan dalam dua atau lebih bentuk seperti dalam bentuk gambar dan kata-kata (Saguni, 2006). Media pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar ke arah yang lebih konkret. Multimedia sebagai gabungan berbagai jenis media mampu menciptakan suasana belajar yang begitu menarik dan menyenangkan sehingga akan memberikan motivasi belajar yang lebih tinggi dalam diri seswa. Multimedia memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar tidak hanya dari guru, tetapi memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan kognitif dengan lebih baik, kreatif dan inovatif. Hal ini salah satunya karena informasi disajikan dalam dua atau lebih bentuk seperti gambar dan kata-kata (Puspita, 2008).

Media animasi yang merupakan kumpulan gambar yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan gerakan dan dilengkapi dengan audio sehingga berkesan hidup serta menyimpan pesan-pesan pembelajaran. Kehadiran media animasi dalam pembelajaran Biologi sangat mendukung proses penyampaian berbagai informasi dari guru ke siswa. Proses-proses biologi yang kompleks dapat dengan mudah dijelaskan kepada siswa, seperti proses fotosintesis, respirasi aerob, dan berbagai proses dalam sistem organ manusia. Pada proses belajar mengajar, siswa sering dihadapkan pada materi yang abstrak dan diluar pengalaman sehari-hari sehingga matri pelajaran sulit diterima dan dipahami oleh siswa. Keistimewaan yang dimiliki oleh animasi intinya untuk memvisualisasikan konsep abstrak yang sulit dipraktekkan dikelas (Sihombing, 2010). 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Radita (2010) didapatkan bahwa perencanaan penggunaan media pembelajaran dalam silabus dan RPP belum sesuai dengan realisasinya. Media pembelajaran yang sering digunakan terdiri dari 2-3 jenis media antara lain media visual yaitu charta, media benda yaitu model, dan media cetak yaitu LKS. Hanya beberapa guru yang mencantumkan penggunaan media komputer dalam RPP dan silabus. Kendala dalam merealisasikan penggunaan media komputer adalah kurangnya kreativitas guru. Padahal menurut penelitian O’Day (2006) menunjukkan penggunaan media animasi dalam pembelajaran biologi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa.

            SMA Negeri 1 Indralaya adalah salah satu SMA yang terdapat di Ogan Ilir. SMA ini memiliki ruang multimedia yang didalamnya terdapat komputer dan LCD yang bisa menunjang proses pembelajaran. Berdasarkan pengamatan peneliti, ruang multimedia ini hanya digunakan oleh guru mata pelajaran komputer, sedangkan guru mata pelajaran lain jarang sekali menggunakan ruang multimedia ini.

Berdasarkan  uraian diatas, maka dipandang perlu untuk melakukan penelitian tentang penggunaan media animasi dalam pembelajaran biologi di kelas XI SMA Negeri I Indralaya. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul penelitian ”Pengaruh  Media Animasi terhadap Penguasaan Konsep Sistem Sirkulasi pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri I Indralaya”.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini