This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, October 31, 2012

Analisis Portofolio Optimal Dengan Menggunakan ”Index Tunggal” (Studi Pada Saham-Saham Jakarta Islamic Index Periode 2004 – 2006) (KE-37)

BAB I 
PENDAHULUAN 

A.              Latar Belakang Masalah
Pasar modal merupakan salah satu tonggak penting dalam perekonomian dunia saat ini. Banyak industri dan perusahaan yang menggunakan institusi pasar modal sebagai media untuk menyerap investasi dan media untuk memperkuat posisi keuangannya. Secara faktual, pasar modal telah menjadi financial nerve-centre (saraf finansial dunia) dunia ekonomi modern. Bahkan, perekonomian modern tidak akan mungkin eksis tanpa adanya pasar modal yang terorganisir dengan baik. Setiap hari terjadi transaksi triliunan rupiah melalui institusi ini (Artikel, 2003, www.google.com).
Pasar modal sebagai institusi modern tidak terlepas dari berbagai kelemahan dan kesalahan. Salah satunya adalah tindakan spekulasi. Pada umumnya proses-proses transaksi bisnis yang terjadi dikendalikan oleh para spekulan yang selalu melakukan analisis serta perhitungan untuk mengambil tindakan spekulasi. Aktivitas inilah yang membuat pasar tetap aktif, tetapi aktivitas ini tidak selamanya memberikan keuntungan terutama pada saat terjadi depresi. 
Ada beberapa prinsip dasar untuk membangun sistem pasar modal yang sesuai dengan ajaran Islam. Implementasinya, memang dibutuhkan proses diskursus yang panjang (Syauqi Beik. Irfan, dalam,  www.google.com). Prinsip tersebut, antara lain, tidak diperkenankannya penjualan dan pembelian secara langsung. Saat ini, jika seseorang ataupun sebuah perusahaan ingin menjual atau membeli saham, dia akan menggunakan jasa broker atau pialang. Kemudian broker tersebut akan menghubungi jobbers dan menyampaikan maksud untuk bertransaksi, baik dalam pembelian maupun penjualan saham. Para jobber ini menawarkan 2 rate harga, yaitu rate harga yang akan dibelinya yang biasanya lebih rendah dan rate harga yang akan dijualnya yang biasanya lebih tinggi. Selanjutnya para jobber berkewajiban untuk membeli saham tersebut. 


Transaksi model ini memberikan 2 implikasi. Yang pertama, para jobber akan melakukan pembelian saham meskipun mereka belum tentu membutuhkannya (Syauqi Beik. Irfan, dalam,  www.google.com). Mereka membeli saham dengan harapan akan dapat menjualnya kembali kepada pihak yang memerlukan. Hal ini akan membuka pintu spekulasi. Para spekulan mengetahui bahwa mereka dapat membeli saham yang menguntungkan dari pasar karena para jobber ini mampu menyediakan ready stock.
 Dalam ajaran Islam, aturan pasar modal harus dibuat sedemikian rupa untuk menjadikan tindakan spekulasi sebagai sebuah bisnis yang tidak menarik. Untuk itu, prosedur pembelian atau penjualan saham secara langsung tidak diperkenankan. Mengingat firman Allah dalam (QS. al-Baqarah [2]: 275) “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”, maka pada tanggal 3 Juli 2000 PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) mengeluarkan indeks islam, Jakarta Islamic Indeks, yang merupakan hasil kerja sama dengan PT Danareksa Investment Management. Indeks ini akan melengkapi indeks-indeks yang selama ini ada di BEJ yaitu IHSG dan LQ 45.
Kehadiran dari indeks islam ini selain untuk menggairahkan pasar modal, setelah banyak bermunculan bank-bank yang menerapkan prinsip syariah, juga diharapkan mampu menarik pemodal dan masyarakat Islam yang ingin bermain di lantai bursa. Mereka bukan hanya para pemodal yang telah menanamkan modalnya di pasar modal namun juga investor yang masih ragu-ragu untuk melepas dananya untuk membeli saham karena tidak mengetahui secara mendalam aturan syariah.
Kesuksesan BEJ mengeluarkan indeks Islam ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan cendekiawan muslim dan pihak-pihak lain yang peduli terhadap pentingnya penerapan nilai-nilai syariah dalam perekonomian dalam upayanya menciptakan suatu tatanan ekonomi dan bisnis yang Islami. Pemilihan obyek penelitian dengan menggunakan saham-saham yang tercatat dalam Jakarta Islamic Index didasarkan pada pertimbangan bahwa masih minimnya retelatur yang membahas investasi syariah di pasar modal dan Jakarta Islamic Index merupakan satu-satunya index yang menggunakan syariat Islam pertama kali di Indonesia. Keberhasilan Jakarta Islamic Indeks sebagai indeks yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar yang terlihat dari nilai agregat saham-saham JII  cukup signifikan dibandingkan kapitalisasi seluruh saham yang aktif diperdagangkan. Kecenderungan ini mudah sekali dimengerti bahwa masyarakat yang semakin terdidik akan semakin tidak suka menanamkan dana mereka di bank komersial karena bank komersial memberikan return yang lebih kecil, resikonya juga relatif lebih kecil. Masyarakat yang semakin paham akan pasar keuangan, semakin mengerti akan penilaian dan pengendalian risiko investasi. 
Portofolio merupakan suatu kombinasi atau gabungan dari sekumpulan aset, baik berupa aset riil (real asset) yang berbentuk pembelian aset produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan, pembukaan perkebunan dan aset keuangan (financial asset) yang dilakukan di pasar uang baik berupa sertifikat deposito, commercial paper, dan surat berharga pasar uang yang dimiliki oleh investor. Portofolio dikatakan efisien apabila portofolio tersebut ketika dibandingkan dengan portofolio lain mempunyai expected return terbesar dengan risiko yang sama atau memberikan risiko terkecil dengan expected return yang sama. Pada hakekatnya pembentukan portofolio adalah untuk mengurangi resiko dengan diversifikasi, yaitu dengan mengalokasikan sejumlah dana pada berbagai alternatif investasi yang berkorelasi negatif. Penelitian ini mencoba menerapkan model indeks tunggal yang merupakan penyederhanaan dari model Markowitz. Metode indeks tunggal juga dapat digunakan untuk menghitung return ekspektasi dan risiko portofolio, hal tersebut yang dijadikan peneliti sebagai alasan dalam penggunaan indeks tunggal sebagai alat analisis untuk membentuk portofolio optimal pada saham-saham Jakarta Islamic Index
Minimnya informasi mengenai tingkat keuntungan dan risiko yang akan didapat oleh seorang investor dalam menghadapi risiko-risiko yang akan terjadi dalam menanamkan modalnya. Berdasarkan latar belakang peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Analisis Portofolio Optimal Dengan Menggunakan ”Index Tunggal” (Studi Pada Saham-saham JAKARTA ISLAMIC INDEX PERIODE 2004 – 2006)”

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini 

Sistem Informasi Pengolahan Data Absensi Pegawai Pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lampung Utara (IK-40)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Satuan Polisi Pamong Praja adalah organisasi perangkat daerah yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 pasal 148 yang berbunyi “ untuk membantu kepala daerah dalam menegakkan Perda dan penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dibentuk Satuan Polisi Pamong Praja “.

Adapun tugas pokok dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja yang dibahas dalam peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 tahun 2005 pasal 56 salah satunya adalah tugas dan bagian tata usaha yang berfungsi untuk menyusun program dan melaksanakan urusan tata usaha, perlengkapan administrasi kepegawaian dan keuangan serta pelaporan.

Untuk mendukung tugas kepala kantor diperlukan bagian tata usaha yang handal dan dapat menciptakan suasana kepegawaian yang baik dilingkungan Satuan Polisi Pamong Praja. Salah satunya adalah Sistem Absensi yang baik dan rapih sehingga bisa dijadikan panduan seberapa jauh tingkat kedisiplinan yang sudah ada di Satuan Polisi Pamong Praja.

Absensi yang baik, rapih dan akurat dapat dijadikan bahan untuk pelaporan ke instansi yang dibutuhkan agar dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk kebijakan-kebijakan didepan. 
Semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi, dewasa ini semakin mendorong manusia untuk berkreatifitas menciptakan sesuatu yang baru, suatu teknologi canggih yang dapat dijadikan sebagai sarana pendukung di dalam dunia kerja tempat mereka berkecimpung di dalamnya. Salah satu hasil dari observasi ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini adalah suatu alat yang disebut dengan nama komputer.


Makin maraknya penggunaan komputer dikalangan masyarakat terutama dikantor instansi-instansi pemerintah maupun swasta, memberikan gambaran bagi kita bahwa manusia memerlukan fasilitas yang dianggap dapat membantu dalam memecahkan masalah–masalah yang sering dihadapi selama ini, yang dapat menyuguhkan berbagai kemudahan-kemudahan.
Keberadaan fasilitas komputer dirasakan sangat berperan sekali terutama dalam memproses suatu data guna menghasilkan informasi yang optimal, akurat dan relevan. Informasi yang dihasilkan dapat juga digunakan untuk mendukung suatu proses pengambilan keputusan dengan cepat dan tepat, sehingga instansi dapat menekan biaya, tenaga dan waktu se-efektif dan se-efisien mungkin.

Hal ini tentunya tidak dapat terlepas dari suatu sistem yang mampu memanipulasi data dengan cepat serta dirancang dan diorganisasikan sedemikian rupa sehingga dapat secara otomatis memasukkan data, menyimpan data, memproses data dan menghasilkan keluaran yang berupa informasi yang dapat berguna bagi pemakai. Begitu pula pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lampung Utara, yang mana komputer memegang peranan penting dan mempunyai pengaruh besar dalam lingkup kerjanya, untuk melaksanakan tugas rutin sehari-hari dalam lingkungan kantor, contohnya : dalam mengolah Data Absensi Pegawai yang dirasakan sangat penting sekali agar menjadi lebih profesional.

Sejalan dengan itu kehadiran komputer cukup dirasakan manfaatnya oleh para pegawai-pegawai kantor khususnya pada bagian administrasi pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Lampung Utara, sehingga dapat mendorong kinerja para pegawai di lingkup kerjanya.
Berdasarkan uraian tersebut diatas, penulis menuangkannya dalam bentuk penulisan Skripsi yang berjudul : “SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA ABSENSI PEGAWAI PADA KANTOR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN LAMPUNG UTARA”.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini 

Contoh Skripsi Teknik Informatika dan Komputer

Untuk mempercepat selesainya penulisan skripsi maka yang perlu dipersiapkan salah satunya adalah contoh skripsi. Dengan memiliki referensi contoh skripsi yang baik tentu akan mempermudah dalam menyusun skripsi. Jika sedang menulis skripsi teknik informatika, maka contoh yang diperlukan adalah skripsi teknik informatika pula, bukan contoh skripsi jurusan lain.

Contoh skripsi teknik informatika yang lengkap dan full content mulai dari bab awal, bab I hingga daftar pustaka dapat anda download di halaman khusus skripsi teknik informatika. Di dalamnya terdapat banyak contoh skripsi teknik informatika

Berikut Contoh Skripsi Teknik Informatika dan Komputer Lengkap. Klik Judulnya untuk melihat isinya..




Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Pengaruh Motivasi Instrinsik Dan Motivasi Ekstrinsik Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang Makasar (MS-30)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
            Istilah motivasi ( motivation ) berasal dari bahasa latin yaitu Movere, yang berarti “ menggerakkan “ ( To Move ). Teori yang dikembangkannya oleh Hezberg dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”. Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang. Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.

        Salah satu kantor vertikal yang berada di bawah nanungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan adalah Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Piutang negara yang dikelola oleh KPKNL adalah piutang negara yang tidak dilunasi oleh penerima kredit, dan untuk menentukan piutang itu macet adalah sejak tidak ditepatinya/dipenuhinya piutang dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam perjanjian kredit. Piutang negara yang telah macet harus segera diserahkan penyelesaiannya pada KPKNL, jika tidak maka pihak KPKNL berhak mengambil alih kasus piutang tersebut. KPKNL dalam hal ini mempunyai kewenangan karena undang-undang yang berlaku dan adanya  kewenangan yang diberikan oleh pihak kreditur untuk dapat menyelesaikan kredit macet dengan berdasarkan perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan.
 
KPKNL adalah sebuah intitusi yang bergerak pada pelayanan publik dalam hal kekayaan negara, pengelolaan piutang dan lelang. Sejumlah orang yang bekerja di dalam intitusi tersebut saling bekerjasama dalam rangka mencapai tujuan tertentu yang dituangkan pada visi dan misi organisasi. Semua unsur dalam instansi ini harus dapat melibatkan diri dan memiliki dorongan yang kuat untuk mencapai apa yang menjadi tujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Makassar dimana mereka bergabung. Tak terkecuali pimpinan yang dalam hal ini memiliki peranan yang sangat menentukan dalam menggerakkan orang-orang bawahan termasuk dirinya sendiri.

Motivasi dalam suatu organisasi pada KPKNL dimaksudkan sebagai kemauan untuk berjuang atau berusaha ke tingkat yang lebih tinggi menuju tercapainya tujuan dari KPKNL, dengan syarat tidak mengabaikan kemampuan seseorang untuk memperoleh kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pribadi. Pimpinan KPKNL dapat memperbesar motivasi pegawai dengan jalan menyediakan peluang bagi para pegawai untuk mengalami prestasi, pekerjaan yang menstimulasi, tanggung jawab dan kemajuan dalam karier pegawai.
Problem inti KPKNL yaitu yang berkaitan dengan pengorganisasian sumber daya manusia adalah bagaimana cara merangsang sekelompok orang yang masing– masing memiliki kebutuhan mereka yang khas dan kepribadian yang unik, untuk bekerjasama menuju pencapaian visi dan misi KPKNL. Jika seseorang termotivasi maka akan berusaha keras. Tetapi usaha keras ini harus sesuai dengan visi dan misi KPKNL dengan cara mengarahkan usaha kerasnya secara konsisten. Sebaliknya, KPKNL harus terus membina motivasi  pegawai melalui proses pemuasan kebutuhan.

Adapun Visi dan Misi Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang ialah:
Visi
“Menjadi pengelola kekayaan negara, piutang negara dan lelang yang professional dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”
Misi
1.    Mewujudkan optimalisasi penerimaan, efisiensi pengeluaran dan efektivitas pengelolaan kekayaan Negara.
2.    Mengamankan kekayaan negara secara fisik, administrasi dan hukum.
3.    Mewujudkan nilai kekayaan negara yang wajar dan dapat dijadikan acuan dalam berbagai keperluan penilaian.
4.    Melaksanakan pengurusan piutang negara yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
5.    Mewujudkan lelang yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, adil dan kompetitif sebagai intrumen jual beli yang mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi tersebut di atas, KPKNL Makassar berupaya untuk memberikan pelayanan secara professional dengan Motto : “TELADAN ( Tertib, Lancar dan Amanah)”. Tertib, berarti tertib administrasi, tertib hukum dan tertib pelayanan. Lancar berarti tanpa hambatan dan cepat pelayanannya. Amanah berarti pegawai bekerja secara professional dan penuh tanggung jawab. Dalam perjalanannya untuk menjadi sebuah pelayanan publik dalam hal kekayaan negara, pengelolaan piutang dan lelang dalam hal kekayaan negara yang yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel maka KPKNL memerlukan pegawai–pegawai yang bermotivasi tinggi agar KPKNL Makassar dapat memberikan pelayanan kekayaan negara, pengelolaan piutang dan lelang yang terbaik bagi masyarakat.

Konsistensi dan ketekunan KPKNL Makassar terinspirasi dan dijiwai oleh visinya yang bertekad memperjuangkan nilai–nilai tanggung jawab dan profesional dijabarkan bahwa KPKNL Makassar akan menempatkan seluruh pegawai sebagai modal yang berharga dalam memberikan pelayanan kekayaan negara, pengelolaan piutang dan lelang. Kepada pegawai akan diberikan perhatian yang sebaik-baiknya berupa peningkatan keterampilan melalui pelatihan Diklat, kenyamanan kerja, dan lain sebagainya 

Produktivitas yang berupa pelayanan kekayaan negara, pengelolaan piutang dan lelang yang terbaik bagi masyarakat ini dipengaruhi oleh motif–motif khusus yang dimiliki pegawai, dalam hal bekerja pada bagian tertentu dan dalam hal melakukan pekerjaan tertentu. Semakin tinggi motivasi pegawai dalam bekerja, maka akan semakin baik pula pelayanan yang diberikan bagi masyarakat karena seseorang dengan motivasi tinggi selalu memiliki keinginan untuk berusaha sebaik–baiknya dalam bekerja. 

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “ Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang Makassar”.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pemakaian Kondom Di Lokalisasi Guyangan Kabupaten Nganjuk (MS-29)

BAB  I 
P E N D A H U L U A N

1.1.          Latar Belakang Masalah
Barang kali sudah banyak yang tahu kalau prostitusi sudah lama ada didunia ini, bahkan banyak orang yang menyitir bahwa pelacur adalah salah satu profesi yang tertua didunia. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pelacuran sekarang ini antara lain alasan ekonomi, mundurnya usia perkawinan, meningkatnya angka perceraian dan sebagainya. Berbarengan dengan kegiatan prostitusi tersebut penyakit kelamin menjadi salah satu efek samping yang harus ditanggung, sehingga penyakit kelamin boleh dikatakan penyakit yang paling mahal atau paling tidak paling dicari-cari karena untuk mendapatkannyapun orang harus membayar. 

Di Kabupaten Nganjuk, lokalisasi prostitusi yang resmi ada  di Guyangan, Kecamatan Bagor yang letaknya kurang lebih 6 km sebelah barat laut pusat kota. Hasil skrining Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk pada tahun Januari 2003 menunjukkan bahwa dari  258 PSK (Pekerja Seks Komersial) yang ada di lokalisasi Guyangan 26 persen diantaranya menderita penyakit menular seksual (PMS) yaitu penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Para PSK ini dapat menularkan kepada lebih dari satu orang pelanggan tergantung dari berapa banyak pelanggan yang berhubungan dengannya yang pada gilirannya dapat juga menular kepada istri yang baik-baik, kemudian sang istri bisa menularkan lagi kepada bayi yang baru dilahirkan melalui proses persalinan, akibatnya orang yang tidak bersalahpun akan menanggung akibatnya. Meskipun tidak mungkin semata-mata menyalahkan para PSK karena mereka ada akibat “permintaan pasar” tetapi barangkali cara yang paling mudah untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit menular seksual ini adalah dengan mengintervensi para PSK ini karena mereka terlokalisir sehingga mudah dicari dan mudah pula diberi petunjuk. Mereka juga terorganisir baik oleh para mucikarinya maupun oleh “RT/RW” nya disamping itu tidak tabu bagi mereka untuk membicarakan masalah seksual, hal sebaliknya terjadi pada “pelanggan”nya.
 
Penyakit kelamin hampir semuanya menular lewat hubungan seksual, baik hubungan yang normal maupun yang menyimpang tetapi semuanya punya resiko walaupun besarnya tidak sama. Untuk mencegah penularan penyakit ini cara yang paling tepat adalah dengan metode ABC yaitu Abstinence, Be faithful dan Condom. Abstinence atau puasa berhubungan itu bisa dilakukan bagi mereka yang belum menikah atau yang jauh dari pasangan sah, be faithful artinya setialah pada pasangan resmi jangan mencoba “menyabit rumput di padang lain”. Tetapi kalau memang hasrat hati sudah tidak bisa dibendung atau nafsu sudah memuncak pakailah cara kompromi dengan kondom, karena seperti kata pepatah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Namun ditengarai pemakaian kondom di lokalisasi Guyangan ini kurang membudaya sehingga pusat prostitusi di Nganjuk ini sangat potensial sebagai pusat penyebaran penyakit kelamin.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Pengaruh Pemberian Motivasi Oleh Pimpinan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Study Kasus Pada Kantor Pendidikan Dan Latihan Kota Kediri) (MS-28)

BAB I 
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Dengan diberlakukannya Undang-Undang No 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah, merupakan momentum terjadinya pergeseran paragdigma sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah yang semula bercorak sentralistik menjadi desentralistik.
Prinsip otonomi daerah yang luas  nyata dan bertanggung jawab, sebagaimana dianut UU No 22 tahun 1999 merupakan kebijakan atau strategi untuk memberdayakan dan memandirikan daerah, serta mendorong kemandirian Pemda.
Secara eksplisit otonomi daerah merupakan kewenangan hakiki yang dimiliki oleh pemerintah daerah untuk mengurus dan mengelola berbagai urusan penyelenggaraan pemerintahan bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, optimalisasi dan efisiensi dinas/badan/bagian/kantor serta uit-unit terkait lainnya melelui peningkatan prestasi kerja karyawan.
Dengan prestasi kerja karyawan yang meningkat akan terjadi efisiensi pada masing-masing sektor, sehingga dengan melalui peningkatan prestasi kerja karyawan diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat. Untuk meningkatkan prestasi kerja tersebut, perlu adanya motivasi yang diberikan oleh pimpinan dalam suatu organisasi.
Suatu organisasi akan berhasil dalam mencapai tujuan an program-programnya bila orang-orang yang bekerja dalam organisasi itu dapat melakukan tugas-tugas dengan baik sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing.
Agar orang-orang dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, maka diperlukan seorang pemimpin yang dapat memotivasi an mengarahkan segala sumber daya yang ada kearah pencapaian tujuan.

Menurut Lysen (1960:81) sejarah manusia dari abad ke abad membuktikan bahwa kehidupan setiap kelompok sosial tidak terlepas dari manusia besar yang memimpinnya. Tanpa ada pemimpin tidak akan ada organisasi dan perkembangan sosial. Disamping itu tujuan organisasi akan sulit dicapai apabila orang-orang yang bekerja dalam organisasi tersebut tidak mau menggali potensi yang ada dalam dirinya untuk bekerja semaksimal mungkin. Oleh karena itu dibutuhkan karyawan yang mempunyai sifat dan sikap membangun dan aktif, seperti daya tanggap yang tinggi, inisiatif dan kreatif serta kepekaan beradaptasi yang kesemuanya ini dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan prestasi kerja.
Salah satu tugas yang dilaksanakan oleh seorang pemimpin dalam memberikan dorongan atau motivasi pada bawahannya. Menurut Koontz & O’Donnel (1968:614) kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mendorong bawahan atau pengikut untuk bekerja dengan penuh semangat an keyakinan.
Keberhasilan atau kegagalan yang dialami oleh sebagian besar organisasi ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang dimiliki orang-orang yang diserahi tugas memimpin organisasi tersebut.
Sukses tidaknya suatu perusahaan tergantung dari ketrampilan pemimpin dalam memberikan motivasi kerja pada karyawannya untuk mengelola perusahaan yang dipimpinnya (Swasto, 1996:64).
Menurut Sukamto (2000:282) kepemimpinan yang efektif harus memberikan motivasi terhadap usaha-usaha semua karyawan dalam mencapai tujuan organisasi. Tanpa kepemimpinan atau bimbingan, tujuan organisasi tidak akan tercapai. Oleh karena itu kepemimpinan sangat penting diperlukan apabila suatu organisasi ingin sukses.
Dari pendapat-pendapat tersebut, menggambarkan bahwa pentingnya peranan yang diemban oleh seorang pemimpin dalam organisasi, sehingga seorang pemimpin diharapkan mempunyai kemampuan memimpin yang baik agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik. Kemampuan memimpin yang dimaksud disini adalah kemampuan untuk memotivasi, mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi dengan bawahan.
Kita ketahui bahwa perusahaan akan berhasil melaksanakan program-programnya apabila orang yang bekerja dalam perusahaan itu dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan bidang dan tanggungjawabnya masing-masing. Dalam menyelesaikan tugasnya ini karyawan perlu diberikan arahan dan dorongan, sehingga dalam dirinya akan tumbuh komitmen yang tinggi, dan pada akhirnya komitmen ini akan mempengaruhi prestasi kerja yang menguntungkan perusahaan.
Pemberian motivasi dikatakan penting karena pemimpin itu tidak sama dengan karyawan. Seorang pemimpin perusahaan tidak dapat melakukan pekerjaan sendirian, keberhasilannya ditentukan oleh hasil kerja karyawan (bawahan). Untuk melaksanakan tugas sebagai seorang pemimpin ia harus membagi-bagi tugas dan pekerjaan tersebut kepada seluruh bawahan yang ada dalam perusahaan. 
Disinilah letak pentingnya pemberian motivasi kepada karyawan, agar mereka tetap dan mau melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kecakapan yang mereka miliki. Motivasi yang diberikan kepada masing-masing karyawan tentunya berbeda-beda karena faktor-faktor yang mendorong seseorang dalam bekerja juga berbeda-beda satu sama lain. Dalam memberikan motivasi sebenarnya terkandung makna bahwa setiap manusia perlu diperlakukan dengan segala kelebihan, keterbatasan, dan kekurangannya. Dalam melakukan pekerjaan seseorang tidak semata-mata dipengaruhi oleh faktor rasio saja, tapi juga emosi. Oleh karena itu dalam memberikan motivasi kepada karyawan seorang pemimpin haruslah mempelajari, memahami terlebih dahulu apa yang menjadi motiv karyawan mau bekerja.
Menurut Saydam (1996:229) bahwa dalam pemberian motivasi kepada karyawan, seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan khusus, karena tidak semua pemimpin berhasil dalam melakukan pemberian motivasi kepada karyawan. Cara pemberian motivasi lebih merupakan suatu seni dibandingkan suatu ilmu. Yang dituntut dalam penerapannya adalah kemampuan untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang-orangnya, komunikasi an bergaul dengan orang-orang yang akan diberi motivasi itu sendiri.
Keberhasilan suatu organisasi juga tergantung dari prilaku individu. Untuk dapat mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien, suatu organisasi harus memperlakukan individu secara manusiawi dengan memberikan pekerjaan yang dapat memenuhi kebutuhan akan makan, tempat tinggal, menyediakan sarana yang dibutuhkan, memberi jaminan perlindungan, keamanan dan menghindari tekanan yang berat ditempat kerja, memberi kesempatan berinteraksi dan mengikut sertakan karyawan dalam pengambilan keputusan, memberikan penghargaan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya. Karena bagaimanapun juga tingkat motivasi dan komitmen pekerja terhadap keinginan organisasi akan tercermin dari keputusan mereka terhadap pekerjaan.
Dalam perkembangannya, seringkali organisasi menghadapi beberapa kendala yang diantaranya adalah tingkat kemungkinan perpindahan karyawan maupun rendahnya komitmen karyawan terhadap organisasi.
Prestasi merupakan suatu kebutuhan bagi seorang karyawan motivasi yang kuat untuk berprestasi, keinginan untuk berhasil dan unggul dalam situasi persaingan, berhubungan dengan sejauh mana individu dimotivasi untuk menjalankan tugas-tugasnya.
Prestasi kerja karyawan kadang-kadang tidak sesuai dengan kecakapan yang dimilikinya. Faktor penyebabnya tidak sama antara karyawan yang satu dengan yang lain. Penyebabnya tergantung dari orangnya sendiri dan lingkungan kerjanya.
 Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Implikasi Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Perilaku Organisasi Di Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Madiun (MS-27)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang Masalah
Efektivitas setiap institusi atau organisasi sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia yang menjadi anggotanya. Manusia merupakan sumberdaya yang pertama  dan utama bagi setiap organisasi, yang memiliki keunikan persepsi, kepribadian dan pengalaman hidup. Manusia berbeda latar belakang kehidupan social budaya, ekonomi, dan politik serta kepercayaan dan nilai-nilai yang dianutnya. Kemampuan individu dalam meningkatkan efektivitas kerja di suatu organisasi bukan persoalan yang ringan. Manajer suatu organisasi harus memandang masing-masing karyawan atau anggota sebagai sosok yang memiliki kepribadian, perilaku yang unik dan persepsi yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Hubungan antara individu dan kelompok dalam suatu organisasi menciptakan harapan bagi perilaku individu. Harapan ini diwujudkan dengan memotivasi peran-peran tertentu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan bersama. Beberapa orang harus memainkan peran pemimpin, sementara lainnya sebagai pengikut. Ada Top Manajer, menejer mengengah dan bawahan yang harus dimainkan sesuai porsi dan tanggungjawabnya. Organisasi memiliki sistem kewenangan, status dan kekuasaan, sementara manusia dalam organisasi mempunyai beragam kebuuthan yang diharapkan dapat terpenuhi melalui organisasi. Kelompok di dalam organisasi juga mempunyai pengaruh yang kuat atas perilaku individu dan kinerja organisasi.


Perilaku seseorang pada setiap situasi melibatkan interaksi dan motivasi personal dan situasiasional, untuk membantu mengidentivikasi faktor manajerial utama dlam perilaku organisasi. Banyak fihak menyarankan dengan menggunakan pendekatan kontijensi (contigensi approach). Asumsi dasar pendekatan tersebut adalah tidak ada cara terbaik untuk mengelola suatu organisasi. Suatu metode sangat efektif di satu situasi tetapi belum tentu di situasi lainnya cocok. Pendekatan kontijensi ini semakin popular karena hasil riset menunjukkan bahwa dalam beberapa praktek menajemen di beberapa praktek manajemen di beberapa organisasi, dengan memberikan suatu karakteristik pekerjaan dan orang tertentu dalam melakukan pekerjaan, memberikan hasil yang lebih baik dibanding lainnya. Dalam pendekatan kontijensi, manager mendiagnosis karakteristik individu dan kelompok, struktur organisasi, dan gaya kepemimpinan sebagai langkah-langkah memotivasi, sebelum memutuskan solusi tertentu.

Struktur organisasi sebagai pendekatan formal dalam mengelompokkan orang dan pekerjaan sesuai dengan tugas dan wewenangnya, sering digambarkan dalam bentuk bagan organisasi secara utuh dan menyeluruh, sedangkan proses menunjukkan suatu dinamika organisasi, al. komunikasi, pengambilan keputusan, dan penegmbangan organisasi yang merupakan contoh proses dalam organisasi. Asumsi dasar yang menggunakan invidu dan kelompok dalam berhubungan dengan organisasi dan lingkungan disebut dengan kultur. Arti lain kultur organisasi adalah kepribadian, atmosfir, atau perasaan, yaitu perilaku yang tepat dan ikatan yang memotivasi individu dan cara suatu organisasi memproses informasi, hubungan internal, dan nilai-nilai. Kultur berfungsi di seluruh tingkatan dari sesuatu yang tidak jelas hingga yang tampak. Kultur organisasi dapat di identikkan sebagai satu noda tinta yang kita lihat bila kita lihat  (Hampden-Turner, 1990:1). Kultur organisasi dapat terwujud dalam pikiran, perasan, dan pembicaraan organisasi. Contoh berbagi norma-norma mengenai cara berpakaian, praktek bisnis, sistem promosi. Wal Mart Associates saling berbagi rasa cara kerja dengan cabang bekerja tepat waktu dengan sikap positif. Ini menjadi andil yang mengikat karyawan dan menciptakan perasaan kebersamaan (Fiedler & Garcia, 1998:11). Kultur organisasi dapat menjadi positift atau negatif. Kultur organisasi yang positif akan membantu meningkatkan produktivitas, kultur negatif akan merintangi perilaku, menghambat efektivitas kelompok an desian organisasi yang lebih baik. Manajer yang efektif mengetahui apa yang dicari melalui struktur, proses dan kultur serta bagaimana memahami apa yang mereka peroleh. Karenanya manajer harus bisa mengembangkan keterampilan diagnosis, karena mereka dididik mengidentifikasi gejala masalah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Indikator masalahnya adalah penurunan kuantitas dan atau kualitas kerja, meingkatkan absen atau keterlambatan, dan sikap karyawan yang negatif.

Demikian pula kinerja individu adalah dasar kinerja organisasi. Pemahaman terhadap perilaku individu sangat penting karena merupakan faktor kritis bagi manajemen yang efektif. Karena itu ilmu psikologi sosial memberikan kontribusi yang baik terhadap hubungan antara sikap, persepsi, kepribadian, nilai-nilai dan kinerja individu. Keragaman  kultural yang terjadi dapat dipahami sebagai karakteristik individu. Dengan demikian motivasi dan kemampuan individu menentukan kinerja. Bagaimana perilaku-perilaku individu dibangkitkan, dipertahankan, serta langkah-langkah apa yanfg harus dilakukan menyebabkan kompleksitas teori motivasi yang relevan.

Demikian juga dengan perilaku kelompok, yang terbentuk karena tindakan manajerial dan karena upaya individu. Manajer menciptakan adanya kelompok kerja untuk melaksanakan pekerjaan, tugas pokok dan fungsi yang diberikan. Kelompok tersebut berdasarkan keputusan manajerial dan atau inisiatif karyawan. Persoalannya sekarang dalam konteks mikro di lingkungan Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, pada era otonomi daerah ini dituntut perubahan perilaku organisasi yang tumbuh dari aktifitas, kreatifias, dan daya inovasi yang bersifat terbuka. Menempatkan fungsi yang sebenar-benarnya sebagai pelayan masyarakat (Public Service), Pemberdayaan masyarakat ( Public Empowernment ) dan fasilitator pembangunan daerah, tidak harus menunggu petunjuk dari atas, dan menggeser budaya birokratis-elitis, eksklusif serta perilaku provider (pemberi nafkah). Dengan diberlakukan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten Madiun telah melakukan langkah-langkah proaktif atas dasar Undang-undang tersebut.

Uraian ini menggambarkan bahwa dengan dilaksanakannya otonomi daerah dapat menggerakkan atau memotivasi seluruh sumberdaya yang ada, terutama SDM Aparaturnya untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik serta dapat memenuhi tuntutan masyarakat di era reformasi. Perubahan atau peningkatan motivasi tersebut peneliti tertarik untuk mengkaji secara mendalam dan seksama, apakah memiliki pengaruh yang bermakna terhadap perilaku organisasi karyawan.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini